Bukti Chat WA Terkuak, LP2KP Mimika Sayangkan Intervensi Media Pada Penetapan Plt Bupati John Rettob Sebagai Tersangka

Ketua LP2KP Kabupaten Mimika Ahmad Darji

TIMIKA, DENORE.ID ] Kinerja aparat penegak hukum di Papua mulai disoroti warga wilayah itu. Salah satu kasus yang kini mencuat adanya dugaan oknum wartawan bermain dengan internal Kejaksaan.

Seperti dilansir beberapa media online, Ketua LP2KP Kabupaten Mimika, Ahmad Darji mengecam adanya dugaan permainan oknum pejabat Kejaksaan Tinggi Papua dengan salah satu wartawan media online papuanewsonline.com dalam penyidikan kasus pengadaan pesawat dan helikopter milik Pemda Mimika.

Dari Chatting WA Terkuak, LP2KP Mimika Sayangkan Intervensi Media Pada Penetapan Plt Bupati John Rettob Sebagai Tersangkakan WA yang beredar luas di media sosial warga Timika pada Sabtu (18/2), Direktur media Papuanewsonline.com berinisial SM membanggakan pengaruh wartawannya, Ifo Rahabav dalam menentukan nasib hukum tudingan korupsi pengadaan helikopter dan pesawat milik Pemda Mimika dengan tersangka JR dan SH.

Bahkan, dalam screenshoot chatting WA tersebut, diduga penetapan Johannes Rettob sebagai tersangka proyek pengadaan pesawat dan helikopter dilakukan secara terpaksa lantaran ketakutan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua jadi bulan-bulanan media online Papuanewsonline.com.

Yang lebih disayangkan, sesuai chattingan itu mantan Aspidsus Kejati Papua tidak segan-segan membongkar “kelemahan” Kejati Papua yang berterus terang jika mereka takut dengan media Papuanewsonline.com.

“Hukum sangat mengerikan, dugaan kami selama ini benar mantan Aspidsus itu ada hubungan dengan oknum wartawan Ifo Rahabav. Contohnya saat mau dipaksakan penetapan tersangka, kok media itu sudah beritakan duluan katanya JR mau ditetapkan sebagai tersangka. Pantasan walaupun pemeriksaan biasa-biasa tanpa ada gelar perkara langsung dikasih surat tersangka. Ini wibawa sekelas Kejati Papua malah begitu rendah, sangat disayangkan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam skrinshut yang beredar mengindikasikan penetapan tersangka Johannes Rettob tidak melalui prosedur hukum yang tepat. “Kalau oknum wartawan itu turun gunung katanya ngeri. Sebegitu lemah kah hukum negeri ini?” tukasnya.

Darji menyatakan, dalam chatting tersebut tertulis jika PDIP meminta penangguhan penahanan JR. “Tapi pertanyaannya apakah pernyataan itu benar? Hal ini dapat mensalahtafsirkan sepertinya Aspidsus yang bicara begitu. JR sendiri sampai sekarang merasa tidak bersalah karena semua keterangan maupun dokumen-dokumen pesawat dan helikopter yang telah diserahkan ke Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua. Oknum wartawannya bisa dilaporkan ke polisi, sengaja sebar berita bohong,” tandasnya.

Satu hal lagi yang disayangkan Darji, SM dalam chattingan itu benar-benar merendahkan martabat JR sebagai Bupati Mimika. “Dia katain Bapa John Rettob bodoh karena tidak pakai Ifo Rahabav. Kan Bapa JR itu orangnya jujur, ngapain dia pakai kalau dia merasa tidak bersalah? Apalagi dia tahu track record Ifo Rahabav lah, serang ke sana serang ke sini tujuannya apa? Memalukan sekali,” tegasnya.

Berikut skrinshut chattingan SM yang beredar ditengah masyarakat :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!