Home / Serba serbi

Jumat, 1 Juli 2022 - 05:22 WIB

Cinta Kandas di Bantalan Dermaga

Kanis Lina Bana/ist

Kanis Lina Bana/ist

Oleh Kanis Lina Bana*

Dua hari terakhir belakangan ini, dramaturgi kehidupan sepasang anak manusia beda kelamin ditayang media sosial face book. Adegan penuh tegangan terlihat jelas di sana. Econ menjegal sang tambatan hatinya agar batal berlayar ke Denpasar. Sementara kekasih wanita  bernama Ican mati-matian tetap ngotot  pergi tinggalkan Econ.

Dari potongan video, tergambar jelas usaha  Econ melarang kekasihnya pergi. Sebab kepergian Ican  belahan jiwanya itu bakal menyisahkan lara. Atau kepergian Ican bakal meremukkan semangatnya. Itu sebabnya Econ melarang Ican pergi agar keduanya tetap bersama. Merendah masa depan. Merawat harap yang pernah anyam bersama. ‘Menyeduh’ mimpi mimpi di tanah pusaka Manggarai Barat.

Saya menduga, Econ mendapatkan kekasihnya di dermaga itu hendak pergi hanya kebetulan semata. Mungkin saja Econ sedang mengais nasib di kota premium itu. Lalu terpantau Ican ada di antara kerumuman penumpang kapal di dermaga itu.

Bisa juga sekadar lepas lelah seraya melongoh geliat hilir mudik manusia di bantalan dermaga. Pada saat itulah Econ mendapat kabar kepergian Ican ke Denpasar. Atau juga kabar kepergian calon tulang rusuknya itu datang di masa injuri time. Bisa jadi ada kawan dekat melihat Ican di dermaga itu lalu mengabarkan kepadanya. Dengan itu pilihannya jelas, Econ menuju dermaga bertemu dan melarang Ican pergi.

Tertayang juga protes dari seorang ibu mempersoalkan sikap Econ yang belakangan ini tak nongol batang hidungnya ada bersama Ican. “Mengapa selama ini tidak cari, ketika Ican ‘hilang?. Meski Econ menanggapinya, tetapi kurang bersalera. Maklum seluruh konsentrasi hanya pada Ican.

Baca Juga  KBG St. Thomas Aquinas Peot Donasikan Sembako di SLBN Borong

Dan ini sesuai kadar hipotalamus pada manusia berjenis kelamin laki laki.  Hanya bisa melakukan satu aktivitas pada jam yang sama. Sementara kadar hipotalamus perempuan lebih besar. Sehingga dalam waktu bersamaan bisa melakukan lebih dari satu jenis pekerjaan.

Terlepas kadar hipotalamus pada manusia, yang jelasnya adegan penuh sensasional itu, dalam hitungan detik jadi viral. Ko..viral? Siapa sih Econ. Biasa biasa saja kan? Artis lokal, bukan. Orang ternama juga tidak. Dari penampilannya, Econ hanya sosok pemuda sederhana yang sedang jatuh cinta.

Terlepas status Econ itu, petakanya di dermaga jadi  viral. Itu sebabnya beragam empati meluap. Saling silang. Berpihak ke Econ juga kepada Ican.

Sekian banyak di antaranya menaruh pedih karena Econ kembali jomblo. Jomblo lagi. Boleh jadi dan sangat boleh jadi, menaklukkan hati Ican butuh energi tidak sedikit. Itu sebabnya ketika Ican hendak pergi, Econ mati-matian melarangnya.

Tetapi mau bilang apa, Ican tetap berangkat menuju Denpasar. Entah sekadar melepaskan cinta Econ,si pemuda tanggung itu atau ada cinta lain yang sedang bertaut. Bisa juga ada tawaran pekerjaan. Ican butuh kepastian untuk menyusun hidup dan kehidupannya.

Tak pelak juga banyak sanjungan buat Ican. Ican menjadi potret wanita yang berani  bersikap. Tidak pasrah menyerah kepada Econ yang mati-matian melarangnya. Bisa saja Ica mati-matian pada pendiriaannya, ketika  harapan yang ditawarkan Econ sebatas basah menetes di pelataran rasa. Mengapa harus luluh jika semua mimpi mimpi yang diracik bersama Econ tanpa ujung pasti.

Baca Juga  Dengan Bekerja Elektabilitas Puan Mulai Naik

Boleh jadi Ican tinggalkan Econ karena mimpi mimpi yang digagas bersama belum mendarat di dermaga kasih sayang yang sesungguhnya. Mereka mendayung bersama tapi tak kuasa tiba di tepian.  Atau berlayar bersama belakangan ini, tapi dermaga tujuan berbeda. Atau juga sekadar mengisi sepi Ican menerima cinta Econ. Dan ketika tambatan hati sesungguhnya memanggil pulang, tak ada bela rasa buat si Acon itu.

Maaf ini tafsiran saja. Yang jelasnya, cinta membuat orang mabuk kepayan. Cinta tidak bisa berlogika. Apalagi dengan premis mayor minor. Cinta pada hekekatnya mengalir dalam energi kesejatiannya.

Ocen. Oh..Ocen, cintamu telah kandas di bantalan dermaga. Ketika raga tak kuasa menahan hasrat membara ke Denpasar. Boleh jadi ini cara lain Sang Khalik tak merestui cintamu melenggang. Buktikan kawan. Masih ada yang lain di sana. “Ubahlah pasir jadi mutiara,” kata Jansen Sinamo-penulis buku best seller.

Lebih jauh lagi, Econ. Belajar pada  Abraham Lincoln. Tidak penting berapa kali kita gagal. Yang penting berapa kali kita bangkit.  Jangan larut dalam kecewa yang sesak. Ada Ican Ican lain sedang antre bro.. Bangkit dan gapailah cinta sejatimu. (*)

Please follow and like us:
error200
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Share :

Baca Juga

Serba serbi

Demokrasi Sperma

Serba serbi

Puan Maharani Memastikan Aplikasi PeduliLindungi Aman Bagi Masyarakat.

Serba serbi

OMK Menge Galang Dana Untuk Pemberkatan Kapela

Serba serbi

PON Tahun 2028, NTT Minta Dukungan Pemprov Jateng

Serba serbi

Dengan Bekerja Elektabilitas Puan Mulai Naik

Serba serbi

Begini Kata Puan Terkait Kerja Legislasi DPR

Serba serbi

Puan Tolak Ukur Program Legislasi DPR di Kualitasnya

Serba serbi

Menkominfo Dorong Pelayanan Gereja Berbasis Teknologi Digital
Follow by Email200
Facebook20
Telegram
WhatsApp