Home / Kabar daerah / Pendidikan dan Sastra

Kamis, 26 Mei 2022 - 20:36 WIB

Dinas PPO Matim Kaji Laporan Dugaan Kepsek SMPN 14 Borong Jarang Masuk Sekolah

Gregorius Gordi Remaja, Kepala Sekolah SMPN 14 Borong, Desa Compang Riwu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Foto/Yulianus Nardin/Denore.id

Gregorius Gordi Remaja, Kepala Sekolah SMPN 14 Borong, Desa Compang Riwu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Foto/Yulianus Nardin/Denore.id

BORONG, DENORE.ID- Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur sementara lakukan pengkajian terkait laporan dari pengakuan siswa SMPN 14 Borong atas Kepala Sekolah, Gregorius Gordi Remaja yang diduga jarang masuk sekolah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas PPO, Basilius Teto saat dikonfirmasi denore.id pada Jumat, (26/05/22)

“Dinas sementara lakukan pengkajian.” Kata Basilius

Menurutnya, bilamana laporan dari pengakuan siswa terhadap Kepsek SMPN 14 Borong, Gregorius Gordi Remaja yang diduga jarang masuk sekolah terbukti, maka Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur dalam waktu tidak terlalu lama segera mengambil keputusan. Meskipun pada saat ini Dinas PPO sementara lakukan pengkajian. ” Kalau laporan tersebut terbukti, dalam waktu tidak terlalu lama dinas segera ambil keputusan” ujarnya

Diketahui sebelumnya, Pada Senin, (23/05/22) Sejumlah lima orang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Borong, Desa Compang Riwu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, mengakui Kepala Sekolah, Gregorius Gordi Remaja jarang masuk. Menurut pengakuan mereka, Kepsek Gordi tidak hanya hari Senin, 23 Mei 2022 tidak masuk sekolah, melainkan sebelum bahkan sering kepsek Gordi tidak datang sekolah meskipun jam kerja.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Seorang Guru SMPN 14 Borong, Sarina bukan nama sebenarnya bahwa benar Kepala Sekolah, Gregorius Gordi Remaja jarang masuk.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 14 Borong, Gregorius Gordi Remaja berkelit, bahwa pengakuan jarang masuk sekolah yang disampaikan guru dan muridnya tidak benar. Meskipun dirinya mengakui bahwa sebelumnya di tahun 2021 jarang masuk sekolah dengan alasan akses jalan yang kurang baik.

(Penulis: Yulianus Nardin/ Denore.id)

Share :

Baca Juga

Kabar daerah

Rumah di Mando Sawu Dilalap si Jago Merah

Pendidikan dan Sastra

Peduli Anak Putus Sekolah, Pemuda Desa Pocong Dirikan Rumah Baca

Bahasa dan Sastra

Kualitas Pendidikan Anak di Daerah Pedalaman

Kabar daerah

Polres Matim Donasi Bansos bagi Pasien Disabilitas 

Kabar daerah

Pendataan Regsosek di Manggarai Timur mulai 15 Oktober

Kabar daerah

Tembok Pagar SMPK St. Stanislaus Borong Ambruk

Pendidikan dan Sastra

SENJA TANPA NAMA

Kabar daerah

Hindari Kolaborasi Cangkang