Home / Pokok pikiran

Kamis, 27 Oktober 2022 - 07:10 WIB

Eksistensi Pemuda Manggarai Dalam Lingkaran Demokrasi Politik

Oleh : Rinoldus Padur*

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam berbagai catatan sejarah kebangsaan indonesia tentu tidak terlepas dari kontribusi pemuda. Pemuda selalu hadir dalam setiap sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat indonesia dengan semangat juang yang tinggi untuk merotasi dan meretas susatu tatanan kehidupan sosial. Taufik Abdullah (1974) dalam bukunya yang berjudul Pemuda Dan Perubahan Sosial menjelaskan bahwa pemuda adalah generasi baru dalam sebuah komunitas masyarakat untuk melakukan  perubahan ke arah yang lebih baik. Eksistensi pemuda indonesia terus di dorong sebagai generasi penerus bangsa dan sebagai mitra kritis pemerintah yang kemudian diakui secara yuridis melalui Undang-Undang nomor 40 Tahun 2009 Tantang Kepemudaan. Semangat perjuangan pemuda indonesia telah di torehkan dalam berbagai catatan sejarah.

BUDI UTOMO 1908

Budi Utomo merupakan organisasi pemuda yang di pelopori oleh  Soetomo dan para mahasiswa School tot opleiding van inlandsche artsen (Stovia). Hadirnya organisasi Budi Utomo menjadi awal mula pergerakan pemuda indonesia yang sudah dialiri dengan darah dan semangat nasionalisme untuk kemudian dapat membangkitkan semangat perlawanan masyarakat indonesia terhadap kolonialisme melaui upaya peningkat sumber daya manusia. Arah gerak organisasi ini lebih menitikberatkan pada sektor pendidikan yang dilakukan secara gotong-royong oleh organisasi Budi Utomo di wilayah jawa dan daerah sekitar. Tentu kita tau bahwa untuk meraih sebuah kemerdekaan bangsa dan negara tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang memadai agar tidak mudah dihancurkan dengan politik adu domba atau politik pecah belah yang di lakukan oleh kelompok kolonialisme yang sering di sebut dengan Devide Et Impera . pergerakan Budi Utomo pada tahun 1908 adalah bagian terpenting dalam sejarah peregarakan pemuda indonesia untuk meraih sebuah kemerdekaan yang sudah dicatat dalam sejarah dan dikenang sebagai hari kebangkitan nasional pada tanggal 20 Mei 1908.

SUMPAH PEMUDA 1928

Semangat perjuangan pemuda terus dikumandangkan oleh gerakan-gerakan spetakuler pada tahun 1928 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Dengan munculnya pergerakan Budi Utomo dapat mendongkrak pergerakan pemuda-pemuda di berbagai daerah untuk kemudian melakukan perlawanan terhadap kolonialisme agar dapat meraih sebuah kemerdekaan tentu dengan semangat perjuangan pemuda yang masih bersifat kedaerahan ini dapat memperpanjang bentuk penjajahan sebab ke egohan daerah yang mengalir dalam nadi perjuangan itu dapat dipatahkan dengan mudah oleh kaum kolonialisme. Kesadaran bersama para pemuda pada tahun 1928 bahwa sebetulnya semangat perlawanan terhadap kolonialisme merupakan musuh bersama para pemuda indonesia dengan tujuan yang sama yaitu kemerdekaan. Atas dasar kesadaran itulah kemudian dilakukan penyatuan pemikiran dan gagasan melalui kongres Pemuda. Dalam Kongres pemuda yang yang cukup alot itu kemudian melahirkan gagasan Sumpah Pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 oktober 1928.

  1. Kami poetra dan potri indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air indonesia.
  2. Kami poetra dan potri indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa indonesia
  3.  Kami poetra dan potri indonesia mendjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa indonesia.

Sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 oktober 1928 merupakan catatan sejarah yang kedua din torehkan oleh para pemuda indonesia ikrar persatuan disetiap golongan karena memiliki musuh dan tujuan yang sama.

RENGAS DENGKLOK 1945

Mendengar kabar peristiwa ledakan bom di Nagasaki dan Hirosima oleh bangsa sekutu pada tanggal 06 dan 09 agustus 1945 merupakan suatu peluang besar bagi indonesia untuk kemudian menyamapaikan proklamasi kemerdekaan sebab kekuatan jepang sudah mulai lemah pada tataran internasional. Perdebatan antara golong tua dan golongan muda yang cukup alot kemudian berujung pada penculikan bung Karno dan Hatta ke Rengasdengklok oleh kaum muda Sutan Sjahrir dengan kawan-kawan untuk mendesak bung Karno dan Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan dan jangan sampai proklamasi kemerdekaan indonesia dibuat melalui PPKI yang merupakan organ bentukan jepang. Alhasil desakan golongan Muda di indahkan oleh golongan Tua sehingga pada tanggal 17 Agustus 1945 Proklamasi kemerdekaan dikumandangkan.

GERAKAN MAHASISWA 1998

perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” Ini merupakan ungkapan Ir Soekarno dalam pidato hari pahlawan 10 november 1961. Melawan bangsamu sendiri artinya melawan segala bentuk penindasan manusia diatas manusia lain oleh kelompok kita sendiri. Runtuhnya kekuasaan Soekarno rezim orde  lama ke orde baru telah melahirkan seorang pemimpin yang rakus dan otoriter terhadap kekuasaan. Kekuasaan Presiden Soeharto selama 32 Tahun telah membuat bangsa indonesia hidup dalam kemelaratan. Krisis finansial, meningkatnya inflasi dan pengangguran memicu kaum muda untuk kembali bergerak dalam melawan sistem pemerintahan orde yang rakus dan otoriter terhadap kekuasaan. Perjuangan yang cukup panjang dan mengorbankan nyawa dari para mahasiswa kemudian berujung pada lumpuhnya rezim orde baru dengan lahirnya agenda Reformasi. Hal ini merupakan bukti semangat perjuangan pemuda indonesia dalam mengontrol roda pemerintahan pasca perjuangan merebut kemerdekaan.

DEMOKRASI LOKAL ( DESENTRALISASI)

Kehadiran Orde telah memperkuat sistem Desentralisasi yang memberi kewenangan pada daerah untuk mengurus dan mengatur daerah dalam otonom sendiri. Lahirnya undang-undang nomor nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintahan Daerah yang kemudian di revisi dengan undang undang nomor 32 tahun 2004. Karena dilihat masih belum lengkap dan banyak cela kemudian direvisi kembali sehingga lahirnya undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah daerah. Artinya bahwa sistem Desentralisasi telah diakui secara yuridis sehingga kemudian setiap daerah diberi peran untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah masing-masing. Untuk mengurus dan mengatur daerah yang dirumuskan dalam otonomi daerah tentu harus disokongi dengan seorang pemimpin yang mampu menjadi corong komunikasi dan menjawab segala keresahan masyarakat ditingkat daerah. 

PEMUDA MANGGARAI DALAM PILKADA 2020

Kabupaten Manggarai merupakan salah satu daerah yang memiliki otonomi sendiri untuk mengatur dan mengurus rumah tangga kabupaten manggarai sangat ditentukan oleh seorang kepala daerah yang mampu menghadirkan solusi disetiap kersesahan masyarakat manggarai. Untuk menentukan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi pada setiap keresahan, pemimpin yang progresif-revolusioner pada PILKADA tahun 2020 merupakan momentum memilih pemimpin. Kehadiran dua kandidat yaitu paket DENO-MADUR dengan Paket Heri-Heri merupakan icon demokrasi lokal dikabupaten manggarai. Seluruh lapisan masyarakat manggarai mengambil sikap untuk mendukung salah satu jagoan dari kedua kandidat. Pergerakan masyarakat manggarai untuk memilih pemimpin sangat terlihat jelas dalam berbagai dinamika politik baik dalam perdebatan gagasan maupun konflik fisik yang menjadi bagian dari dinamika politik. Ditengah perseteruan kedua kandidat kaum muda manggarai hadir sebagai kekuatan baru untuk mendukung salah satu kandidat yang dianggap bisa mengutarakan Manggarai kearah yang lebih baik. Dalam dinamika politik PILKADA Manggarai kekuatan pemuda terbagi dalam dua gerbong yaitu gerbong paket heri-heri dan gerbong Deno-Madur. Laskar 88 merupakan organ taktis para pemuda yang berjuang untuk memenangkan paket heri-heri sedangkan Kapak, Geranat dan organ taktis lain merupakan organ pemuda yang berjuang untuk kemenangan paket Deno-Madur. Tak dapat dipungkiri bahwa keterlibatan pemuda dalam PILKADA Manggarai merupakan salah satu bentuk keterlibatan dalam berdemokrasi. Laskar 88 sebagai oragan taktis paket heri-heri bekerja siang dan malam, panas teriknya matahari tak dihiraukan bahkan nyawapun menjadi taruhan hanya untuk memenangkan paket heri-heri. Pemantik pergerakan laskar 88 adalah jargon perubahan dari paket heri-heri sehingga semua anggota laskar 88 bekerja secara totalitas bersama masyarakat sehingga kemudian paket heri-heri meraih kemenangan dengan angka yang fantastis.

PEMUDA MANGGARAI PASCA PILKADA 2020

Pasca pemilihan kepala daerah (PILKADA) Manggarai tahun 2020 barisan pemuda manggarai kini berjalan sendiri dalam kegelapan tanpa penerangan sebagai penuntun menuju jalan perubahan. Gerakan pemuda yang begitu masif dilakukan pada saat PILKADA kini perlahan mulai redup seakan tak tercatat dalam sejarah kemenangan Paket Heri-Heri. Jargon perubahan yang dibuktikan dengan Berita Ratu Kemiri merupakan bentuk keburukan sebuah sistem pemerintahan Kabupaten manggarai. Janji-janji yang sempat terucap pada kampanye tak terlihat dalam kebijakan.  Oleh karena itu kaum muda manggarai harus bersatu kembali untuk menuntut pada pemerintah tentang janji dan jargon perubahan. Berbagai catatan sejarah telah ditorehkan oleh pemuda baik secara nasional, regional dan lokal. Hanya dengan semangat persatuan kita bisa mendongkrak gerakan perubahan siapa lagi kalau bukan pemuda kapan lagi kalau bukan sekarang. Semangat sumpah pemuda yang ke 94 tahun 2022 merupakan bentuk kehadiran pemuda manggarai dalam mengontrol roda pemerintahan kabupaten manggarai.

Penulis adalah Alumni GMNI Cabang Malang

Share :

Baca Juga

Pokok pikiran

Wajah Pendidikan di Manggarai Timur semakin Tampan, Brilian dan Bermartabat

Pokok pikiran

Skenario  Ala  Christ Rotok Tambahan Informasi Tulisan Siprianus Pempot, M.Si

Pokok pikiran

Kelangkaan BBM, Salah Siapa?

Pokok pikiran

Mempersoalkan Belis dalam Budaya Manggarai

Pokok pikiran

Guru Sebagai Sahabat, Bukan Musuh

Pokok pikiran

Dari Kampung untuk Nusantara

Pokok pikiran

Pleidoi Moral Denore.id

Pokok pikiran

“Tuhan, Kau Memang Hebat!”