Home / Pendidikan dan Sastra

Kamis, 30 Juni 2022 - 22:51 WIB

Fungsi Bambu bagi Manusia (Bagian 2)

Sejumlah siswa-siswi Dapur Ilmiah SMPN 5 Borong sedang diskusi. hasil diskusi dicatat untuk diplenokan. Foto/Dapur Ilmiah SMPAN 5 Borong

Sejumlah siswa-siswi Dapur Ilmiah SMPN 5 Borong sedang diskusi. hasil diskusi dicatat untuk diplenokan. Foto/Dapur Ilmiah SMPAN 5 Borong

Catatan Redaksi. SMPN 5 Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur termasuk salah satu  Sekolah Penggerak di wilayah setempat. Salah satu implementasi Kurikulum Merdeka Belajar adalah Dapur Ilmiah. Media ini sangat strategis bagi siswa-siswinya. Peserta dilatih agar bisa menulis dengan baik. Menulis apa saja sesuai  kemampuan dasarnya. Sudah dua edisi majalah sakolah bertajuk AsPiRa-Aspirasi, Pikiran, dan Rasa dihasilkan. Bahkan pada edisi kedua lebih menukik lagi. Mereka belajar tentang hidup dan keheidupan dari pohon bambu. Dnore.id terpikat dengan kegiatan itu dan melaporkan bersambung mulai edisi ini.

Sesuai ukurannya, ada dua kelompok bambu, yakni bambu ukuran kecil dan bambu ukuran besar.  Kelompok bambu ini sudah dikenal masyarakat. Biasanya masyarakat bisa manfaat bambu itu sesuai keinginan dan kebutuhannya.

Ada  empat jenis bambu, yaitu belang, betong, gurung, dan pering. Belang biasanya sangat dibutuhkan untuk poro putes atau potong tali pusar bayi pada saat baru lahir ke bumi.Begitu bayi dilahirkan biasanya tali pusat dipotong. Alat yang digunakan biasanya dari belang itu. Belang untuk poro putes harus kering. Dibelah dan diruncing sehingga bentuknya harus seperti pisau.

Menurut orang tua, belang yang digunakan untuk poro putes tidak bisa masih mentah, tetapi harus sudah kering. Kalau masih mentah dipakai untuk poro putes diyakini bisa infeksi atau tali pusat tidak kering. Menurut cerita orang tua leluhur sudah melarang gunakan belang yang masih mentah untuk poro putes.

Belang juga bisa digunakan untuk alat musik suling. Bisa juga digunakan untuk menjerat buruan di sungai. Belang dibelah lalu dianyam. Alat itu dipasang di aliran air mengalir, atau tempat di mana udang atau ikan berkumpul cukup banyak hidup di situ.

Baca Juga  Bambu Penghubung Bumi dengan Langit (3)

Jenis bambu ukuran besar ada tiga, yakni pering, betong, dan gurung. Ketiga jenis bambu itu mempunyai fungsi yang lebih banyak. Pering  biasanya dalam situasi tertentu pada saat di mana belang tidak ada bisa gunakan pering untuk potong tali pusat atau poro putes. Pering bisa digunakan untuk regel rumah, alas untuk tempat tidur,dinding rumah, atap rumah, pagar kintal rumah atau kena. Ada juga untuk meja kursi bisa gunakan pering.

Diskusi Bersama dengan materi teknis menulis hasil pengamatan. Foto/ Dok. Dapur Ilmiah SMPN 5 Borong

Bisa juga digunakan untuk potang-sangkar ayam, anyam gedek untuk dinding rumah. Pering juga bisa dianyam doku untuk alat tampih padi atau beras.

Pering bisa dianyam langkok– jadi tempat lumbung simpan padi. Bisa buat roto atau alat angkut  atau simpan barang barang saat ke kebun. Simpan hasil panen atau kebutuhan lain saat pulang dari kebun ke rumah.

Pering bisa digunakan sebagai dalo- untuk alat timbang di kampung. Umumnya untuk takaran beras atau padi. Juga bisa dipakai sebagai sarana  untuk angkut air dari sungai.

Khusus kebutuhan sebagai sosor di kebun atau sawah bisa jadi pipa darurat  untuk alirkan air dari sungai menuju lahan sawah.

Baca Juga  Lembaga  Akomodir Siswa yang Dipecat, Asal Tanpa Syarat

Untuk urusan iris tuak bisa jadi tangga naik untuk pante tuak. Untuk masak tuak di kampung kampung yang biasa kami lihat pakai bambu pering untuk alirkan air moke yang sudah jadi.

Betong fungsinya sama dengan pering. Hanya kadang kadang masyarakat lebih suka pakai pering karena ukurannya tidak terlalu besar. Pohon betong bisa untuk kandang babi. Bisa jadi galang untuk simpan makanan babi. Anak betong-bok atau rebung bisa untuk makan, jadi sayuran.

Anggota kelompok Dapur Ilmiah sedang menyampaikan pendapatnyaa. Foto/Dok. Dapur Ilmiah SMPN 5 Borong

Betong sering juga digunakan saat anak anak bermain meriam bambu. Permainan ini umumnya anak laki laki. Selain untuk bermain, meriam bambu itu juga tanda penghormatan terhadap seorang tokoh yang meninggal.

Warga kampung paham kalau tiba tiba ada bunyi meriam bambu di kampung. Itu berarti tanda ada orang terhormat meninggal dunia. Agak berbeda dengan gurung. Batang gurung bisa dipakai jika tidak ada pering atau betong.Gurung umumnya dipakai untuk kena di kebun yang baru dibuka. Gurung juga bisa untuk kandang babi karena kulit dan batangnya sangat keras. Gurung bisa jadi tiang tiang bantu saat kerja rumah. Biasanya bangun rumah tembok bisa pakai gurung sebagai alat bantunya.  Jadi bambu untuk kehidupan manusia sangat penting. (bersambung/Dapur Ilmiah SMPN 5 Borong)

Please follow and like us:
error200
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Share :

Baca Juga

Pendidikan dan Sastra

Wujudkan Kabupaten Literasi, DisPusip Matim Dukung TBM Leko Lembo Baca

Pendidikan dan Sastra

SMPN 18 Borong, Berdaya di Atas Keterbatasan

Pendidikan dan Sastra

Rawat Ingatan Dengan Tulisan 

Pendidikan dan Sastra

Selamatkan Pendidikan Katolik di Manggarai Timur

Pendidikan dan Sastra

Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat! (1)

Pendidikan dan Sastra

Bambu Penghubung Bumi dengan Langit (3)

Bahasa dan Sastra

FATAMORGANA

Pendidikan dan Sastra

CINTA DI UJUNG SAMURAI
Follow by Email200
Facebook20
Telegram
WhatsApp