Gelar Gema Patas di Desa Golo Tolang, BPN Manggarai Timur Pasang Seribu Patok Batas Tanah

Kepala BPN Manggarai Timur, Jeremias Haning (tengah) bersama Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas saat pemasangan tanda batas tanah di Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara. Foto: Nardin | DENORE.ID

BORONG, DENORE.ID ] Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melakukan kegiatan Gema Patas serentak di seluruh Indonesia yang berpusat di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah diikuti 33 provinsi dan akan dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). Satu diantaranya Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Manggarai Timur (BPN Matim) melaksanakan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gema patas) sebanyak 1.000 patok batas tanah pada Jumat (3/2/2023) di Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur  

Kegiatan ini dihadiri Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas. DPRD Dapil Kota Komba, unsur Forkopimda, kepala OPD, Kota Komba Utara, Tokoh Masyarakat dan para pemilik tanah.

Dijelaskan Kepala BPN Manggarai Timur, Jeremias Haning bahwa, tujuan pencanangan Gema Patas yang dilaksanakan di seluruh Indonesia pada hari ini adalah sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Terintegrasi Tahun 2023.

“Gema Patas ini juga sebagai upaya untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memasang dan menjaga tanda batas tanah yang dimilikinya. Sehingga dapat menghilangkan konflik maupun sengketa batas ataupun sengketa kepemilikan,” jelas Haning

Karena itu, Jeremias Haning mengajak setiap pemilik tanah di Manggarai Timur untuk bersama-sama memastikan setiap bidang tanah/lahan yang dimiliki sudah terpasang tanda batas, baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat. Sehingga terhindar dari sengketa batas, pencaplokan tanah oleh pihak lain, ataupun oleh mafia tanah.

“Apabila terjadi perselisihan batas atau sengketa batas, utamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Dapat meminta bantuan dari pamong desa atau kecamatan untuk melakukan mediasi,” ujarnya 

Haning juga menyampaikan terimakasih atas partisipasi dan kerja sama dari Pemerintah Desa Golo Tolang beserta masyarakat, sehingga kegiatan Gema Patas berjalan sukses dan lancar.

“Desa Golo Tolang menjadi desa contoh dan desa model di Kabupaten Manggarai Timur, serta menyambut baik program ini sesuai aturan dan untuk kepentingan bersama. Mari kita pasang pilar batas, cegah pencaplokan dan cekcok,” ungkapnya

Semantara itu, Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas menyampaikan apresiasi kepada BPN dan Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai Timur yang berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah sehingga terselenggaranya kegiatan Gema Patas ini.

“Luar biasa Desa Golo Tolang menjadi Desa contoh di Matim dalam pembukaan Gema Patas. Mari bersama kita dukung program dari BPN dan Pertahanan dengan menanam pilar batas dan jaga tanda batas bidang tanah milik kita,” ungkap Bupati Agas

Kesempatan yang sama juga disampaikan Kepala Desa Golo Tolang, Arkadeus Ngalas menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, BPN dan Pertanahan Manggarai Timur yang melakukan kegiatan lapangan PTSL.

“Terima kasih kepada semua BPN dan Pertanahan Manggarai Timur atas terselenggaranya kegiatan PTSL ini” ungkap Arkadeus 

Nardin : DENORE.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!