Kemendiknasristek RI Pantau Implementasi Merdeka Belajar di SMPN 5 Borong

Unggul Sudrajat, Pusat Standar Kebijakan Pendidikan Kemendiknasristek, sedang melihat majalah AsPiRa SMP Negeri 5 Borong seraya interviw pngelola majalah. Foto/klb/denore.id.

BORONG, DENORE.ID–  Pintu pagar gerbang SMP Negeri 5 Borong di Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur terbuka lebar. Sejumlah siswa-siswi di sekolah itu sudah berbaris rapih. membentuk pagar betis. Mereka mengenakan pakaian bebas sesuai pilihan kegiatan pengembangan diri pada hari itu. Sedang kelompok dapur ilmiah mengenakan pakaian daerah. Anggun dan memesona. Teduh penuh kebanggaan. Wajah mereka sumringah nan cantik.

Hari masih “hijau” pada Sabtu (26/11/2022). Barisan siswa-siswi sudah siap. Semilir ditingkah sepoi meniup pelan menambah gairah di hari itu. Beberapa orang guru juga nimbrung. Mereka barisan depan. Persis di tugu pintu gerbang sekolah. Sedang di halaman sekolah berdiri angkuh dua unit terop ukuran sedang. Membentang dari utara ke selatan. Beberapa siswa dan guru pendamping sedang menyiapkan perlengkapan tarian caci. Di tiga ruang kelas duduk manis sejumlah siswa-siswi. Mereka mengenakan pakaian serangam putih biru. Rombongan belajar tersebut didampingi guru kelasnya. Duduk apik membentuk huruf u. Pandangan mereka mengarah ke ruang tengah.

Hari ini mereka sedang menanti dengan rindu dan gembira kunjungan Kemendiknasristek. Persis pukul 9.15 Wita rombongan yang dinanti pun tiba. Mereka menggunakan dua unit kendaraan. Ada tujuh orang anggota rombongan Kemendiknasrsitek RI. Yaitu Unggul Sudrajat, jabatan Pusat Standar Kebijakan Pendidikan. Fadhilah Darma Sulistyo, Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan. Yosua Rio Hanggar Dhipta, Analis Kerja Sama, Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan. Cindy Arlinda Sudirman, penata kamera. Bayu Trina Endang S, penata kamera. Muhammad Dzikry Candra Negara, penata kamera dan Ryano Septian Bruning, staf administrasi Keuangan, Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan.

Turut mendampingi rombongan pusat itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur, Vinsen Tala bersama Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur, Bruno Ismail dan Kasubag Sarana dan Prasarana SMP Dinas PPO Matim, Siprianus Rodi Arianto.

Kepsek SMP Negeri 5 Borong,Karel Kristen Arsima, S.Pd, sedang menjelaskan kegiatan P5 Merdeka Belajar di sekolahnya kepada Tim Kemendiknas RI/foto/klb/denore.id

Kepala SMP Negeri 5 Borong, Karel Kristen Arsima, S.Pd, menyambut hangat anggota rombongan. Selanjutnya dua orang gadis belia merapat lalu mengalungkan  selendang dan mengenakan topi adat Manggarai bagi anggota rombongan. Sesudahnya seorang siswa dengan lantang menyapa rombongan. Narasi adatnya singkat, padat, jelas, dan menukik. Intinya sekolah menyambut gembira kehadiran rombongan pusat. Selanjutnya diiringan tarian tibha meka, rombongan diarahkan ke halaman tengah sekolah. Lalu menempati kursi yang telah disiapkan. Beberapa menit kemudian berlangsung prosesi  adat. Seorang siswa kembali mendaraskan ungkapan adat Manggarai. Suasana syahdu dan hening.

Nuansa gembira tergambar jelas di wajah siswa-siswi dan guru-guru. Meski sebelumnya disesaki beberapa kegiatan, tetapi tidak menyrutkan semangat menyambut tim Jakarta.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Borong, Karel Kristen Arsima, S.Pd, menjelaskan, sudah dua tahun berlangsung lembaga SPMN 5 Borong menerapkan kurikulum Merdeka Belajar. Ada banyak aspek yang ditekankan terkait literasi dan numerasi. Kegiatan literasi menghasilkan majalah sekolah bernama AsPiRa. Majalah tersebut dihasilkan siswa-siswi anggota dapur ilmiah setelah melewati serangkaian kegiatan latihan.

Karena itu AsPiRa menjadi salah satu penekanan pembelajaran berbasis P5, terkait gaya hidup berkelanjutan. Proses pembelajarannya melibatkan tua-tua adat, komite sekolah dan elemen terkait. Siswa-siswi belajar kepada tokoh adat di rumah adat karena disadari sumber pembelajaran yang mewariskan nilai-nilai peri kehidupan berasal dari sana. Siswa-siswi, tegasnya, diarahkan untuk belajar pada sumbernya sehingga ke depan mereka memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar untuk kehidupannya.

Tarian caci-salah satu praktek cerlang budaya di SMP Negeri 5 Borong. staf Kemendiknasristk Unggul Sudrajat, melakukan pukulan penghormatan.foto/klb/denore.id

Selain itu, tambah Kepsek Arsima, ada  suara demokrasi dan  cerlang budaya. Aktivitas kegiatan tersebut diperlihatkan peserta belajar kepada tim Kemendiknaristek. Termasuk praktek kelompok Aspiras melakukan wawancara tokoh ada di Lidi-Gurung Liwut.

Sementara, Pusat Standar Kebijakan Pendidikan Kemendiknsristek, Unggul Sudrajat, menegaskan, kehadiran mereka dalam rangka memantau dan belajar bersama sejauhmana penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah itu. Pada perinsipnya apa yang diterapkan di SMP Negeri 5 Borong sudah menjawabi hakekat merdeka belajar. Harapannya geliat yang ada terus ditingkatkan. “Kami merasa senang. Semua aktivitas berjalan baik. Kami menyaksikan dari dekat dan merekam hasil praktis yang siswa-siswi peroleh. Harapannta yang sudah baik ini terus ditingkatkan,” pintanya.

pantauan Denore.id, usai prosesi pembukaan dilanjutkan dengan praktek cerlang budaya. Memantau kegiatan di tiga ruang kelas yang berbasis merdeka belajar. usai kegiatan di sekolah dilanjutkan ke rumah adat Gendang Lidi menyaksikan peserta dapur ilmiah SMP Negeri 5 Borong melakukan interviw tokoh adat.

rangkaian kegiatan berlangsung dalam nuansa pembelajaran. Tim Kemendiknasristek mengalami secara langsung praktek baik merdeka belajar di SMP Negeri 5 Borong. Tim Kemendiknasristek akan memantau beberapa sekolah di wlayah Manggarai Timur. (Kanis Lina Bana/denore.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!