Home / Pendidikan dan Sastra

Kamis, 10 November 2022 - 20:04 WIB

Nostalgia Bersama AsPiRa SMP Negeri 5 Borong,  (1)

Kepsek SMP Negeri 5 bersama Ketua Komite  foto bersama saat peluncuran AsPiRa edisi 3

Kepsek SMP Negeri 5 bersama Ketua Komite foto bersama saat peluncuran AsPiRa edisi 3

oleh;  Kanis Lina Bana*

Saya  punya ide. Punya mimpi besar. Mimpi itu tak berujung, sebab saya tidak tahu bagaimana caranya. Demikian kata buka percakapan kami berdua di rumah saya,  suatu sore. Tahun  lalu. Pasca Manggarai Timur dinobatkan sebagai kabupaten literasi. Kira-kira jam 16.12 Wita. Hari sudah senja. Pancaran sinar mentari sudah suam-suam.

Jawabku lugas nan jenaka.  “Mengapa tidak?” Bukankah semua orang punya mimpi? Tinggal bagaimana titian kita siapkan guna menggapai mimpi itu. Jika mimpi itu masih mengambang di langit, bukan berarti mimpi itu sebatas angan liar tanpa tujuan. Mimpi adalah tanda kita hidup. Mimpi mendorong kita bertanggung jawab terhadap kehidupan itu sendiri.

Apalagi untuk seorang Bapak Karel Kristen Arsima, S.Pd, yang melekat dengan jabatan Kepala Sekolah SLTP Negeri 5 Borong. Jabatan itu berkonsekuensi pada tanggung jawab. Bukan soal seberapa besar kita bermimpi dan berpikir besar tanpa ending yang jelas. Biarpun mimpi itu berupa setitik embun, tetapi bernilai jika berdampak luas bagi anak didik. Ini yang penting. Itu marwah utamanya.

Mimpi bukan dosa. Banyak orang bermimpi, tetapi selalu tengkurap lesu dengan alasan ini, “ masalahnya!”.  Masalahnya?  He..he..Jika tesis ini yang selalu diletupsabdakan, percuma jadi pemimpin. Pemimpin hendaknya selalu berjagon, tentang, bukan masalahnya! Seperti mimpi kita hendak memetik bintang, petiklah. Yang terpenting kita tahu cara bagaimana bintang itu bisa kita genggam. Karena hasil tidak mungkin mengingkari proses.

Sebaliknya, jika berawal dengan masalahnya, maka mimpi hanya sebatas mimpi. Mimpi di atas mimpi, Ebiet G Ade, bilang. Hanya indah rupa dari langit berselimut harap tanpa nyata. Dan mimpi hanya sebatas narasi berulang dikisahkan. Itu hanya milik empunya orang-orang yang selalu berharap dalam pasrah. Menghayal tingkat dewa, tanpa mendarat dalam aksi nyata. Improvisasi dan inovasi yang menjadi ragi kenabian sebatas merayap di lingkaran tengkork kepala.

Kepala SMPN 5 dan mentor jurnalistik SMPN 5 foto bersama Ketua Redaksi AsPiRa. Foto/dok. sekolah

Seperti itulah lalulintas percakapan awal  perjumpaan  perdana saya dengan  Kepala SMP Negeri 5 Borong, Bapak Karel Kristen Arsima, S.Pd. Sebelumnya, kami belum saling dekat  apalagi mengenal akrab. Tetapi rohlah yang menggerakkan kami, energi yang hendak ditularkan, serta etika bersahaja mengharuskan kami menempatkan diri selayaknya. Saya juga tidak punya bakat untuk melampauinya, berlagak menggurui meski usianya jauh di bawah saya. Bahkan saya sudah mengenyam pendidikan SMA, beliau baru lahir ke dunia ini.

Tetapi dalam akhlak terolah dan nubari bening terasa, jarak kami jadi dekat, akrab. Hampir menghampiri. Mulailah mimpi yang “disharingdengarkan” itu bertaut jadi mimpi bersama. Titian kami racik dalam aksi  dan hasil pun menjawabnya. Jadi proses menentukan hasil, pun sebaliknya hasil tidak mungkin mengkhianati proses. Antara proses dan hasil selalu memiliki hubungan sebab akibat. Tanpa proses jangan mengharapkan hasil yang memuaskan.

Melalui refleksi kecil ini, saya  mencatat ulang rajutan pengalaman dan kekuatan yang saya alami ketika setahun lewat ini ada bersama keluarga besar SMP Negeri 5 Borong. Dari semua perjumpaan, tegur sapa nan akrab tak berjarak telah meleburkan dalam spirit yang satu dan sama. Bukan dia atau mereka, tetapi kami. Satu keluarga SMP Negeri 5 dalam peran yang masing-masing kami mainkan.

Cacatan kecil ini juga bukanlah upaya sengaja membesarkan yang tiada, menjadi ada. Berlagak sombong berlabel snobisme, tetapi murni bahasa hati. Saya bangga dan bersyukur ada bersama keluarga SMP Negeri 5 Borong. Harapanya apa yang tercipta dan telah ada itu tetap mewaris, tetap bersahaja, selalu menularkan butir-butir keadaban pendidikan yang memerdekakan.

Kepsek, dan ketua komite SMPN 5 Borong foto bersama guru pendamping pelatihan jurnalistik usai peluncuran edisi 3 Majalah AsPiRa. Foto/dok.sekolah

Catatan kecil ini juga muntah begitu saja usai mengikuti prosesi peluncuran edisi 3 AsPiRa, Mejalah Dapur Ilmiah SMP Negeri 5 Borong di sekolah itu, Kamis (10/11/2022).  Majalah sekolah yang diterbitkan  28 Oktober 2021 bertagline Asa, Pikiran, dan Rasa ini, telah  memasuki usia dua tahun.

Memang, dari sisi usia belum apa-apa, belum berakar. Belum juga menyapa kelayak pembaca  yang lebih banyak. Namun yang kecil dan indah itu telah menancapkan pahatan sejarah di lembaga SMP Negeri 5 Borong.  Lebih bermartabat lagi, ketika tersiar kisah, terwarta kabar bahwa tangan mulus seorang Menteri Pendidikan RI, Nadien Makarim, menggenggam dan membuka helai demi helai halaman AspiRa, hasil kreasi anak SMP Negeri 5 Borong. Ini juga bagian dari torehan sejarah bagi lembaga SMP Negeri 5 khususnya dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Timur umumnya.

SMP Negeri 5  Borong baru melewati usia “lepas landas”. Menjelang usia itulah AsPiRa hadir sekaligus jadi kado istimewa. Hingga kini sudah tiga edisi diterbitkan. Meski harus diakui, usia dan jumlah edisi terbitan bukan jadi ukuran kematangan kiprah dan selaksa prestasi yang ditorehkan. Tetapi lebih dari itu, bagaimana nuansa akademik dan iklim mendidik serta tularan spirit kolegial partisipatif pengelolanya diramu dalam ethos yang satu dan sama. Itulah energi positip pendidikan di SMP Negeri 5 Borong. Dan saya bangga jadi bagian kecil di SMP Negeri 5 Borong, meski hanya slilit kecil saja.

AsPiRa, majalah sekolah Dapur Ilmiah SMP Negeri 5 Borong  telah  berkibar.  Dan  untuk ukuran siswa sederajat SMP, produksi majalah sekolah hingga kini, tentunya luar biasa. Maka tidak berlebihan jika refleksi kecil ini menjadi suntikan tambahan agar yang ada itu tetap menyapa pembacanya. Juga detak nurani untuk melanggengkan pahatan pengalaman yang telah dirayakan bersama di lembaga SMP Negeri 5 Borong.Teruslah berkibar, karena layar pemakluman sudah dinyatakan. (bersambung)

Share :

Baca Juga

Budaya

SMPN 3 Puntu Torok Golo Pamerkan ‘Sombu Kabo’ di Acara Expo Pendidikan Matim

Pendidikan dan Sastra

Buku Rentenir Politik Segera Diluncurkan

Pendidikan dan Sastra

Wujudkan Kabupaten Literasi, DisPusip Matim Dukung TBM Leko Lembo Baca

Pendidikan dan Sastra

Rawat Ingatan Dengan Tulisan 

Pendidikan dan Sastra

SENJA TANPA NAMA

Pendidikan dan Sastra

Expo Pendidikan: Strategi Meningkatkan Prestasi Siswa di Manggarai Timur

Pendidikan dan Sastra

Reinkarnasi

Pendidikan dan Sastra

Selamatkan Pendidikan Katolik di Manggarai Timur