Home / Serba serbi

Jumat, 11 Maret 2022 - 15:34 WIB

Pada Sela-Sela Jejakmu, 40 Hari Mengenang Amang Don Datur

Oleh Kanis Lina Bana*

Entah apa yang sedang menggoda. Tiba-tiba diskusi  yang amat serius itu ngelantur kenang. Tentang sosok seorang, Donatus Datur, yang telah pamit beberapa waktu lalu.

Padahal saya, Pak Vinsen Tala, Pak Gusti dan Pak Bruno Ismail,sedang membahas hal-hal teknis serius  tentang program sekolah penggerak. Program merdeka belajar. Bagimana akselerasi dan aksentuasinya agar merdeka belajar melahirkan spirit yang benar-benar aktual untuk kehidupan peserta didik.

Tetapi tiba-tiba di perhentian diskusi itu kami terdiam. Lentik hangat pada rasa.Tergurat lesu dan larut dalam luka atas kepergian sosok  jinak-jinak jenaka, Amang Don Datur.

Saya meluapkan kegamangan tak percaya atas kepergian Amang Don yang begitu cepat, sederhana tapi menghancurkan. Yang pada pelana rasa yang mengembara meliuk gugat,” dan aku cemburu!”

Ketika nubari menukik sosoknya, akal waras berkelana, “bagaimana perkembangan pekerjaan dinding gereja yang menjadi tanggungan KBG St. Matildis. KBG pimpinan saya.

Saya jadi ingat ketika cor tiang beberapa waktu lalu, di mana Amang Don selalu ada dan menguatkan saya saat sandaran pada sudut kaus lusuh bekerah yang saya pakai siang itu tak tersisa satu perakpun. Gundah gulana itu justru dibaca apik dari hati seorang Amang Don Datur. “Tenang mekas semua bisa diatur. Untuk urusan Tuhan Dia pasti kasih jalan,” demikian Amang Don menguatkan saya.

Memori nostagik itu meledak-ledak. Dan Pak Bruno Ismail  menarasikan metapengalamannya yang tak sudi menerima ketika kematian begitu jinak untuk sosok setegar Amang Don Datur.

Pada larik kata dan endapan memori yang terekam itulah, kami berempat dalam garis-garis luka tergambar jelas guratan  kehilangan seseorang bernama Donatus Datur yang pada tanggal  13 Maret 2022 nanti genap genap 40 hari pamit untuk selamanya.

Untuk kepergian sang pendekar gereja ini, saya berkisah tentang kiat gesit kala kerja gotong royong di Gereja Peot. Pak Bruno kerabat dekat meliuk lepas kisah-kisah nostagik jenaka gesitnya urusan-urusan keluarga.

Sosok Don Datur dikenal dekat, ramah dan agresif untuk urusan sesama. Tangannya selalu menggapai. Sapaan kasihnya  mengalir dalam hati terakik.

Ulur katanya terukur untuk ujud kebersamaan. Tidak hanya sebatas obral kata, tetapi tangannya yang selalu memberi menjadi tanda kebajikan yang berarti bagi jiwa-jiwa yang merana.

Amang Don tidak hanya keras dalam kata, tetapi jamahan katanya berbisa. Sapaan yang  menjembatani harap yang ingin dirayakan bersama. Mengalirkan impian yang mesti dirajut satu dalam kebesamaan.  Sebab pada pualam hatinya selalu meluapkan empati  yang luar biasa hangat dan akrabnya.

Malam ini, meski diskusi kami sudah lewat. Kami berempat sudah pulang ke dalam kesibukan masing-masing, saya secara pribadi akal tetap liar tak terjinakkan tentang sela disksui yang menghampiri catatan kehilangan. A kal saya masih berkelana hingga larut malam. Dan goresan pendek ini, menjadi  selarik doa berujud untuk Amang Don.

Dan diujung jari yang sedang menari di tuts-tuts laptop tuaku, saya terkenang seraya meremas duka. Saya ingat catatan Sapardi Djoko Damono berjudul ‘Pada Suatu Hari Nanti’. Untuk kepergian Amang Don  saya ulangi Djoko Damono untuk kisah kita yang masih lengket itu.

Pada suatu hari nanti

Jasadku tak akan ada lagi Tapi dalam bait-bait sajak ini Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti Suaraku tak terdengar lagi Tapi di antara larik-larik sajak ini Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti Impianku pun tak dikenal lagi Namun di sela-sela huruf sajak ini Kau takkan letih-letihnya kucari.

Mekas Don beristirahatlah dalam diam yang sunyi. Beku yang membebaskan. (*)

Share :

Baca Juga

Serba serbi

Cinta Kandas di Bantalan Dermaga

Serba serbi

Pada Momen Yang Tepat Ketua DPR-RI Resmikan Penataan Kawasan Gunung Kemukus

Serba serbi

PON Tahun 2028, NTT Minta Dukungan Pemprov Jateng

Serba serbi

Begini Kata Puan Terkait Kerja Legislasi DPR

Serba serbi

OMK Menge Galang Dana Untuk Pemberkatan Kapela

Serba serbi

Anggota Parlemen Berkomitmen Mengatasi Perubahan Iklim

Serba serbi

Puan Tolak Ukur Program Legislasi DPR di Kualitasnya

Serba serbi

KBG St. Thomas Aquinas Peot Donasikan Sembako di SLBN Borong