Home / Pendidikan dan Sastra

Minggu, 20 Februari 2022 - 08:05 WIB

Selamatkan Pendidikan Katolik di Manggarai Timur

Foto Bersa/ Vikep Borong, Rm. Simon Nama, Pr. foto bersama WVI Manggarai Timur saat bahas bersama bantuan pembangunan SDK Paleng, Manggarai Timur. Foto/Lukas Onek Narek

Foto Bersa/ Vikep Borong, Rm. Simon Nama, Pr. foto bersama WVI Manggarai Timur saat bahas bersama bantuan pembangunan SDK Paleng, Manggarai Timur. Foto/Lukas Onek Narek

BORONG, DENORE.ID-Akhir-akhir ini, kualitas pendidikan Katolik kian surut. Beragam faktor melingkup dibalik merosotnya pendidikan Katolik. Diantaranya ketersediaan pendanaan pendidikan sangat jauh dari harapan. Para pengajar rata-rata guru swasta, guru honorer atau guru komite. Terkadang guru honorer kurang fokus mengabdi, lantaran pengupahan mereka sangat jauh dari  standar kelayakan. Mereka bertahan semata-mata panggilan hidup memanusiakan manusia.

Sebaliknya, guru Negeri yang diperbantukan di sekolah swasta Katolik perlahan ditarik. Fasilitas pendidikan Katolik pun kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Persoalan ini harus menjadi bahan refleksi  para stakeholder Katolik. Mau dibawa ke mana Pendidikan Katolik Manggarai Timur? Gugatan ini berlatar permasalahan yang mesti dicari solusi arif bersama.

Pendidikan Butuh Partisipasi Multi Pihak

Lembaga pendidikan butuh sentuhan, partisipasi dan keterlibatan dari semua elemen masyarakat. Tanggung jawab membangun sekolah Katolik tidak semata tanggung jawab Yayasan Katolik atau orang tua wali, tetapi harus menjadi tanggung jawab multi pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan para pihak lainnya.

Hal itu disampaikan  Vikep Borong, Rm. Simon Nama, Pr dalam sambutan pembukaan rapat pembahasan kerja sama multi pihak bersama Lembaga Wahana Visi Indonesia (WVI), Sabtu (5/2/2022). Kegiatan ini berlangsung di SDK Paleng, Desa Benteng Rampas, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT.

Vikep, Rm Simon Nama, Pr menegaskan, Lembaga Pendidikan Katolik telah melewati tiga fase. Pertama, para misionaris dengan donasi asing mampu membangun sekolah Katolik yang sangat berkualitas secara mandiri. Kedua, adanya keterbukaan dan kerja sama harmonis pihak Yayasan Katolik dengan pihak pemerintah sehingga banyak kemudahan yang bisa diperoleh sekolah Katolik. Tenaga kerja, guru, dan pegawai, fasilitas pendidikan termasuk pengupahan guru-pegawai kontrakan mendapat suport dari pemerintah.

Ketiga, belakangan ini relasi sekolah swasta Katolik dengan pemerintah mulai redup bahkan nyaris putus. Akibatnya perkembangan lembaga pendidikan Katolik berjalan terseok-seok. Seperti hidup enggan mati tak mau. Keempat, karena itu sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Manggarai Timur Rm. Simon Nama, Pr, akan membangun kembali hubungan kerja sama yang pernah terjadi itu. Baik Pemerintah Daerah Kabupaten, Pemerintah Daerah Propinsi, maupun Pemerintah Pusat.

“Saya nekat bertemu langsung Presiden RI, Bapak Joko Widodo untuk membicarakan nasib sekolah swasta Katolik ini. Bagi saya, tidak ada kata gagal dalam kamus saya,” tegas Romo Vikep penuh optimis.

Tarian Daerah/Siswi SDK paleng menampilkan tarian daerah saat pembahasan bersama bantuan pembangunan SDK Paleng/ Foto/Lukas Onek Norek

Usai sambutan dilanjutkan pembahasan kerja sama partisipatif orang tua murid dalam pembangunan dua unit ruang kelas, bantuan WVI. Pertemuan berhasil menelorkan keputusan, bahwa orang tua murid berpartisipasi swadaya menyediakan batu fundasi, urukan, kayu stelen. Tujuan keswadayaan ini agar sisa dana bangunan dua unit bisa dipakai untuk bangun satu unit ruangan lagi atau plester, kramik dan finishing satu-dua ruangan yang sudah dibangun sebelumnya.

Jadwal kegiatan bersama pun disepakati. Komitmen bersama sudah dibangun, tinggal menunggu waktu implementasinya. Semoga sekolah Katolik yang nyaris putus harapan ini, dapat diselamatkan dalam semangat membangun bersama.

Demo Kedahsyatan Produk

Sebagai penutup kegiatan Vikep Borong, Rm. Simon Nama, Pr memberi kesempatan kepada saya untuk presentase dan demo kedahsyatan produk. Romo Simon tahu kalau saya punya kemampuan juga menghipnotis audiens. Hal ini, tidak sia-sia. Semua yang dari tadi jenuh mengikuti acara formal. Giliran saya untuk membuat melek peserta bahwa produk kesehatan alternatif berteknologi NANO & FAR INFRAN RED benar-benar nyata dan sungguh dahsyat.

Banyak pihak sangat tertarik untuk memiliki, hanya masih sebatas menyimpan No WA. Sebab mereka  belum siap untuk memiliki. Ketika sudah memiliki uang sesuai harga baru mereka akan hubungi saya. Terima kasih Tuhan, terima kasih Romo Vikep Borong, Rm Simon Nama, Pr. Terima kasih panitia yang mengizinkan saya untuk boleh berbagi berkat Tuhan lewat pastoral mulia ini. ( Lukas Onek Narek, SH/aktivis pelayanan kasih)

Share :

Baca Juga

Pendidikan dan Sastra

Bambu Penghubung Bumi dengan Langit (3)

Pendidikan dan Sastra

Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat! (1)

Pendidikan dan Sastra

Anak Manggarai Timur Hebat

Bahasa dan Sastra

Kualitas Pendidikan Anak di Daerah Pedalaman

Pendidikan dan Sastra

SENJA TANPA NAMA

Pendidikan dan Sastra

SMPN 18 Borong, Berdaya di Atas Keterbatasan

Pendidikan dan Sastra

Lembaga  Akomodir Siswa yang Dipecat, Asal Tanpa Syarat

Budaya

Cerlang Budaya SMP Negeri 5 Borong