Home / Pendidikan dan Sastra

Jumat, 29 April 2022 - 21:45 WIB

SMPK Waerana Gandeng FTBM Matim Gelar Literasi Sekolah

Foto Bersama/sejumlah guru SMPK Waerana foto bersama Kabid Pendidikan Menengah PPO Matim, Vinsen Tala. Foto/dokumentasi FTBM Matim

Foto Bersama/sejumlah guru SMPK Waerana foto bersama Kabid Pendidikan Menengah PPO Matim, Vinsen Tala. Foto/dokumentasi FTBM Matim

BORONG, DENORE.ID—Manajemen SMPK Rosa Mistika Wae Rana, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur gandeng Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) menggelar literasi menulis dan jurnalistik bagi siswa-siswi di sekolah itu. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga  (PPO) Kabupaten Manggarai Timur melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah telah membuka secara resmi kegiatan itu,  Jumat (29/4/2022). Prosesi pembukaan yang berlangsung di aula sekolah itu diisi juga dengan hasil kreasi dan karsa siswa-siswi sekolah. Hadir dalam kegiatan itu, siswa-siswi SMPK Rosa Mistika Wae Rana dan sejumlah  guru. Turut hadir Kepala Bidang Pendidikan Dasar PPO Manggarai Timur, Bruno Ismail, S.Pd.M.Pd.

Merujuk tema “Bergerak Menggerakkan Ciptakan Generasi Literasi  Manggarai Timur, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah, Vinseslaus Tala, menegaskan, sebagai kabupaten literasi, Dinas PPO sangat mendukung elemen masyarakat yang bergerak di bidang literasi. Apalagi program Merdeka Belajar memberi ruang seluas-luasnya bagi sekolah penyelenggara mengimplementasikan kegiatan Merdeka Belajar sesuai kultur dan karakter siswa-siswi di sekolah masing-masing. Sebab, esensi Kurikulum Belajar adalah menciptakan ruang bagi setiap individu peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi, fitrah, dan keunikan masing-masing. Kurikulum Merdeka Belajar membantu anak menemukan “ruang”-nya. Karena itu Dinas PPO Matim mendukung kegiatan FTBM Manggarai Timur yang turut berkontribusi dalam bidang literasi sekolah.

Menurut Vinsesius, harus kita akui keterampilan literasi masih rendah. Kemampuan dan kebiasaan membaca buku baik guru maupun peserta didik belum sampai tataran kebutuhan. Sejauh ini kegiatan literasi itu menggemah tetapi produk nyatanya belum kelihatan. Karena itu Kabid Vinsen Tala, minta seluruh peserta latihan baik siswa-siswi maupun guru-guru manfaatkan maksimal selama pendampingan. Sebab pendampingan yang diberikan FTBM Manggarai Timur sampai pada produknya. “Mama Suster, kami dukung sepenuhnya kegiatan ini. Kami menanti seperti apa buah dari pendampingan FTBM di sekolah ini,” katanya.

Kabid Vinsen Tala, menjelaskan, salah satu satu kecakapan yang wajib dimiliki siswa-siswi dan guru-guru pada abad 21 adalah literasi. Kecakapan ini hanya mungkin adanya kebiasaan membaca, kebiasaan menulis, dan mengelola informasi secara cerdas. Harapannya pendampingan literasi di Sekolah Penggerak SMPK Rosa Mistika yang telah berkolaborasi bersama FTBM Manggarai Timur dapat meningkatkan kompetensi siswa dan profesionalisme guru.

“ Bersyukur, Anda kalian mendapat kesempatan ini. Bertemu langsung dan mendapat dampingan dari  praktisi literasi dari FTBM MATIM. Mereka adalah narasumber yang sudah lama bergelut dengan dunia literasi. Mereka para penulis yang telah menghasilkan karya buku. Karya itu hasil nyata dari membaca. Terima kasih Suster kepala SMPK Rosa Mistika Waerana, para guru dan peserta didik. Kerja kolaboratif sangat dibutuhkan dalam  menciptakan generasi literasi di Kabupaten Manggarai Timur tercinta ini. Gunakan baik-baik kesempatan ini. Kosongkan pikiranmu dan terimalah hal hal baru.  Selamat berkegiatan dan harus ada hasil nyata karya, ” ungkap Kabid Vinseslaus  Tala.

  • Sesuai Visi Sekolah
Siswa-Siswi SMPK Waerana menampilkan hasil kreasi dan karsa di bidang seni suara saat pembukaan kegiatan latihan literasi di sekolah itu. Foto/Dokumentasi FTBM Matim

Kepala SMPK Rosa Mistika Waerana, Sr. Lusia Andu, S.Pd, menjelaskan salah satu visi lembaga adalah meningkatkan kualitas pengetahuan sumber daya manusia  yang berdaya guna dan berkarakter. Salah satu misi mendukung visi sekolah adalah kegiatan literasi sekolah. Untuk itu lembaga berkolaborasi dengan FTBM Manggarai Timur. Karena itu kami menyampaikan syukur dan terima kasih atas dukungan dinas PPO Matim dan  FTBM Matim dalam upaya meningkatkan literasi guru dan siswa di sekolah ininya.

Menurutnya, literasi sangat penting untuk semua lini kehidupan manusia. Melalui kegiatan pendampingan literasi, Suster Lusia, berharap kegiatan ini membawa iklim baru berliterasi di sekolahnya, terutama  minat baca dan menulis peserta didik. “Kalau membaca asal-asalan, tulis tidak selesai, maka dari itu penting pengembangan dan peningkatan literasi,” kata Suster Lusia

Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kabupaten Manggarai Timur, Ino Sengkang  memberikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Dinas PPO dan terima kasih kepada lembaga pendidikan Sekolah Penggerak SMPK Rosa Mistika Waerana yang bersedia menyelenggarakan kegiatan literasi.

Ino, menjelaskan spiritualitas FTBM Matim masuk ke sekolah adalah “bergerak menggerakan” demi menciptakan generasi literasi. Sehubungan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), FTBM MATIM turut serta berpartisipasi langsung dalam upaya  menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

 “Setelah safari literasi Nasional, duta baca Nasional kunjung Manggarai Timur, ada hal penting untuk ditindaklanjuti yakni NTT masih kekurangan bahan bacaan. Selain itu,  alasan utamanya adalah kekurangan penulis. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu adanya sinergi dan kolaborasi semua stakeholders,” katanya.   

Mantan frater ini mengatakan, kehadiran FTBM MATIM di sekolah sekolah bertujuan menggali potensi guru dan siswa, didampingi hingga melahirkan karya. Guru dan siswa, tegasnya, wajib menghasilkan karya tulis sendiri. Suatu saat mereka akan bangga dengan hasil karyanya. Selain siswa-siswi, demikian penulis beberapa buku ini, FTBM Matim juga  mendampingi guru guru untuk mengasah kemampuan menulis.  Terutama bagi guru-guru yang mengalami kesulitan menulis PTK/PTS sebagai salah satu syarat untuk mengajukan kenaikan pangkat dan karya inovatif lainya.

Dua orang siswa-siswi SMPK Waerana bangga mengenakan busana daerah. Foto/dokumentasi FTBM Matim

Diakui Ino, banyak karya inovatif yang dapat dihasilkan para guru, tetapi  guru-guru belum menulis untuk menjawabi hal tersebut.  Ke depan, FTBM dampingi mereka agar mampu menghasilkan karya tulis jenis itu.

Ino menambahkan, kerja sama FTBM dengan Dinas PPO dan dinas lainya berlangsung atas kesadaran bahwa tanggung jawab moral penyelenggaraan pendidikan tidak hanya tugas dinas pendidikan saja, namun tugas semua orang, termasuk juga tugas FTBM Matim.

“Ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas kita bersama, tugas kita semua, sesuai dengan tujuan mulia bangsa Indonesia yakni mencerdaskan bangsa. Maka dari pada itu, FTBM Manggarai Timur tidak akan bisa berjalan sendirian tanpa dukungan pemerintah, stakeholder untuk bersinergi dan berkolaborasi menciptakan generasi literasi di Manggarai Timur,” ungkaapnya.

Dikatakan, moto FTBM dari pusat hingga daerah adalah  “Bergerak Menggerakan”. Kita bergerak bersama. Untuk konteks sekolah, kita bergerak bersama membangun iklim literasi di sekolah. Pojok literasi, perbanyak mading, mading guru, mading siswa, taman literasi dan juga komunitas literasi. “Dengan adanya kerja sama ini, kita berharap dapat membawa dampak peningkatan kualitas pendidikan dan dapat memotivasi siswa/i untuk lebih mencintai dunia literas, “tambah Ino. * (Ino Sengkang)

Share :

Baca Juga

Pendidikan dan Sastra

Lebah dan Lalat (3)

Pendidikan dan Sastra

SMKN 2 Elar Tampilkan Produk Pertanian di Gebyar SMK

Pendidikan dan Sastra

Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat! (1)

Pendidikan dan Sastra

Fungsi Bambu bagi Manusia (Bagian 2)

Bahasa dan Sastra

FATAMORGANA

Budaya

SMPN Satap Pocong Tampil Gemilang di Panggung Expo Pendidikan Matim

Pendidikan dan Sastra

Buku Rentenir Politik Segera Diluncurkan

Bahasa dan Sastra

Kualitas Pendidikan Anak di Daerah Pedalaman