SMPN 1 Borong Gelar Bimtek Literasi Bagi Guru

Foto bersama Narasumber, kepala sekolah, wakasek, panitia Bimtek. Foto: FTBM Manggarai Timur

BORONG, DENORE.ID-Demi meningkatkan pengembangan Literasi Sekolah, Lembaga pendidikan UPTD SMPN 1 Borong menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Literasi Guru. Kegiatan yang diikuti 47 guru berkolaborasi dengan Forum Taman Baca Masyarakat dan Yayasan Pustaka Seni Indonesia berlangsung di ruang Laboratorium IPA pada Senin hingga Selasa (4-6) September 2023. 

Stefaniana Bate Ledo S. Ag, selaku kepala UPTD SMPN  1 Borong dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena bisa berkolaborasi dengan pegiat dan praktisi literasi dari Forum Taman Baca Masyarakat dan Yayasan Pustaka Seni Indonesia. Dirinya mengungkapkan, bahwa kemampuan literasi menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran.

“kemampuan literasi dimaknai bukan hanya sebagai kemampuan membaca tetapi paling penting adalah kemampuan memahami dan menganalisis teks. Kami berterima kasih karena bisa berkolaborasi dengan Forum Taman Baca Masyarakat dan Yayasan Pustaka Seni Indonesia sudah memenuhi undangan untuk menyelenggarakan bimtek literasi bagi guru di lembaga pendidikan ini, ” ungkap kepsek Stefania

Stefania menambahkan bahwa kemampuan literasi menjadi salah satu bagian yang diuji dalam AN.  Menurutnya, dua tahun rapor pendidikan sekolah SMPN 1 Borong belum menunjukkan hasil maksimal untuk nilai tingkat literasi. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah ini maka dipandang perlu dilaksanakan upaya peningkatan pengembangan literasi salah satunya melalui Bimtek Literasi.

“tujuan kegiatan Bimtek ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi guru melalui pengintegrasian literasi ke dalam bahan ajar. Selanjutnya sebagai upaya memperbaiki kemampuan literasi siswa di sekolah. Kegiatan ini sedianya dilaksanakan tanggal 1 sampai 2 September namun karena beberapa halangan mendadak diundur ke tanggal 4 sampai 5 September 2023”, ungkap Kepsek Stefania.

Selaku fasilitator dalam Bimbingan Teknis Literasi di SMPN 1 Borong, Ino Sengkang menyampaikan terimakasih kepada kepala sekolah dan guru-guru yang sudah berkolaborasi untuk membagikan materi  strategi meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  melalui tahap pelaksanaan literasi sekolah pola pembiasan, pengembangan dan pembelajaran yang terintegrasi untuk semua mata pelajaran.

“tanggal 23 Agustus kemarin saya mendapat surat undangan untuk menjadi narasumber literasi di sini. Sebelumnya tanggal 11-15 Agustus bersama Polikarpus Do Ketua Forum Taman Baca Masyarakat NTT  mendampingi pegawai dan tutor di SKB Borong dan tanggal 25 Agustus melaksanakan layanan Workshop Literasi di SKB Borong bagi tutor & pegiat literasi bersama kang Opik Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Pusat dan Bu Tresna dari PMPK. Sesungguhnya saya hadir di sini, bukan satu-satunya sebagai narasumber yang serba tahu tentang literasi tetapi lebih memposisikan diri untuk berbagi pengalaman praktik baik literasi baik bagi guru, siswa-siswi maupun strategi meningkatkan literasi di sekolah, baik satuan pendidikan formal maupun pendidikan non formal, ” pungkas Ino.

Ino Sengkang kepada peserta kegiatan menuturkan bahwa bimbingan teknis kepada guru-guru menyenangkan. Guru-guru dibekali materi literasi dasar dan pemanfaatan potensi literasi yang ada di sekolah. Tambah Ino, pendampingan literasi di SMPN 1 Borong bertujuan tujuannya untuk menciptakan “atmosfer literasi” yang menarik bagi warga sekolah.

“Kami memulai kegiatan hari pertama dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan yang ada di SMPN 1 Borong. Beberapa karya yang sudah kami hasilkan sudut baca kelas, kelas kaya teks, taman literasi, dan komunitas literasi SMPN 1 Borong dengan moto “Membaca Pangkal Pandai, Menulis Pangkal Kaya” yang diketuai oleh Agustinus Gandut. Semoga komunitas berkembang dan menghasilkan karya-karya literasi di lingkungan sekolah ini,” cetus Ino

Herfan Y. P. Gagu S. Pd, sebagai ketua panitia kegiatan bimtek literasi ketika diwawancarai media ini mengungkapkan senang karena pembawaan materi mudah dipahami dan mudah diterapkan.

“Kegiatan ini berisi 30% teori dan 70 % karya. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan pengembangan literasi sekolah, ” kata Erfan

Selain itu, lanjut Erfan peserta juga mengidentifikasi solusi dalam format pohon solusi dan mampu menggunakan bahan-bahan bekas untuk kebutuhan rak buku di sudut baca kelas. Selama dua hari ada beberapa produk yang langsung jadi yaitu penggunaan bahan bekas untuk rak buku siswa, kelas kaya teks, dan area baca sekolah kaya teks.

“Sekolah harus menjadi tempat bersemai dan tumbuhnya minat baca dan tulis siswa. Guru harus berani keluar dari zona nyaman dan berani melakukan inovasi untuk peningkatan minat siswa. Sekolah kami memiliki beberapa pembiasaan untuk meningkatkan kemampuan literasi seperti GLS, Mading, bulletin sekolah, dan Si PoPi (Pohon literasi digital berbasis barcode) dan karya lainnya, ” Papar Erfan, yang dijuluki bapak Si Popi SMPN 1 Borong

Kegiatan ini berjalan aman lancar dan menyenangkan, ditutup dengan penandatanganan SK Komunitas Literasi Sekolah dan penyerahan buku dari bapak Ino Sengkang kepada Komunitas Literasi Sekolah SMP Negeri 1 Borong, penyampaian kesan peserta kegiatan oleh bapak Konstantinus Heleni dan ibu Maria Imakulata Edit Kurnia. Selain itu, kegiatan ini dibiayai oleh dana BOS SMP Negeri 1 borong tahun ajaran 2023.  (I.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: