Tentang Kami

Denore.id What is this? Apakah dia jenis spesies baru ordo Komodo Pota di Sambi Rampas-Manggarai Timur, Flores, NTT?  Atau  mungkin  makhluk astral di langit bayang tanpa jejak?

Demikian segumpal tanya bakal mendarat di teras isi kepala kita. Sebongkah heran menukik gedor pada halaman ulu hati. Juga seraut sangsi mencuat jenaka di ruang kesadaran kita. Semua menerka bertanya-tanya. Serba terlalu dan merangsang.

Tetapi, sebagaimana orang Latin bilang, ”Nomen est omen-nama adalah tanda!”Demikian Denore.id  hadir seraya perkenalkan diri. Halo..”Saya  Denore.id”.  Portal berita online yang hari ini, Sabtu 5 Pebruari 2022 lahir.

Koh. Denore.id.  Bukankah  nama  tersebut  begitu “dempet” dengan website Derana yang sudah jauh melangkah itu? Apakah Denore.id kembaran Derana? Sori bos! Beda na. Denore.id..ya Denore.id. Nama dan kehadiranya bukanlah sebentuk anti tesis terhadap website Derana yang sudah ada itu. Denore.Id – an sich ada dalam dirinya. “Spesies ”baru di dunia pewartaan kabar dan informasi. Website berita yang hadir dengan coraknya sendiri.

Lalu apa dan  bagaimana Denore. Id itu? Baiklah. Media yang menetas di era generasi z ini dibabtis dengan nama Denore. id, sesungguhnya, jahitan dari tiga suku kata. Development, knowledge, dan  research. Masing-masing suku kata mengandung bobot pesannya. Lalu tiga suku kata itu dirakitrapat jadi satu kata-akronim agar elegan diucapkan. Mudah diingat. Menggoda rasa  untuk saling bertukar kenal.

Tetapi tiga suku kata ini tetap“satu nyawa” mengkristal dalam “berdenyut”. Sebab detak geraknya mengusung misi luhur sebagaimana pada galibnya kehadiran perusahaan pers pada umumnya. Fungsi kontrol, pembawa kabar-informasi dan media pendidikan kemasyarakatan. Tri peran ini dijabarkan dalam “titah” dan pesona dirinya.

Dengan demikian Denore.id, tidak sekadar ada untuk mengisi ruang kegelisahan di tengah kompetisi dunia kerja yang kian sesak nan ringkih. Bukan pula sensasi murahan di tengah pusaran riuh maraknya kehadiran website di zaman now yang begitu enteng. Apalagi asap partisan yang pola tingkahnya berselimut rating.  Denore.id hadir dengan isi warta bernas berisi.

Sebab Denore.id lahir dari panggilan batin tergerak untuk mengaktualisasikan suara profetis kenabian. Karena itu Denore.id  selalu berpanjikan integritas dogmatis jurnalistik sesungguhnya. Terpanggil menyuarakan suara kaum tak bersuara. Suara yang sebarkan-ditulis secara jujur, obyektif , dan berimbang.

Berita yang diapload kepublik bukan menganut paham jurnalisme luda. Bukan gossip remeh temeh seraya mendamba pembaca banyak. Kabar jalanan yang bikin emosi naik turun. Atau hantaman akal bulus yang bakal lenyap ditukar rupiah. No. Sekali lagi,  tidak.

Denore.id  selalu berkiprah dalam spirit etiknya. Karena tagline“ fakta dibalik data” menarasikan metaforis bermedia dan berjunalistik pada marwah luhurnya. Passion berita tidak sekadar asal kena mengisi rubrikasi yang ada. Apa yang diberitakan ke ruang publik beratensi pada tri peran utamanya.

Denore.Id, sadar,  di tengah krisis keyakinan semakin luas akibat menjamurnya website  dengan speed gerak kian liar, justru di sanalah akurasi dan ketepatan warta Denore. Id dipertaruhkan. Ragam berita Denore.id bertekat selalu ada dalam kapasitas jati dirinya dengan atribusi dan credit line-nya. Juga mengamini awasan jurnalis caliber Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.

Dua wartawan ulet nan tangguh ini menggaris bawahi dengan terang. Bahwa kewajiban jurnalisme adalah kebenaran. Loyalitas pertama kegiatan jurnalistik adalah kepada masyarakat. Berita yang disajikan selalu berdasarkan verifikasi data dan disiplin ketat editingnya. Sehingga sajiannya jernih, runut, tidak ruwet, dan tidak keruh. Diksi , frasa, dan klausa ditempatkan secara efektif  agar pesannya jelas.

Dalam rana itu,  Denore.id hadir dengan warna khas independen, komprehensif dan proporsional. Tidak kerangkeng diri. Tetapi tetap menyediakan ruang bagi publik untuk kritik. Keterbukaan terhadap kritik mengalirkan dinamika timbal balik antara pewarta, obyek pewartawaan dan para penikmat warta. Di sanalah memungkinkan sirkulasi informasinya saling menguntungkan dan menguatkan. Bukan sebaliknya bersikap latah seraya mengekang diri bagai “dewa” pembawa kabar tanpa celah-kebenaran tunggal.

Tetapi sejujurnya, Denore. id bukan mau tampil beda. Kelahirannya bukanlah kompetitor bagi sesama pengusaha media. Sehingga selalu ada virus kurab gatal yang menggaruk hati seraya bernafsu mematikan kepak sayap dan laju terbangnya. Sewajarnya,  sebagai sesama pengusaha media boleh saling mendahului dalam hal kemasan menu dan sajian mutu produknya. Di sana pembaca-pengadilan, menentukan.

Denore.id bertekat untuk selalu berteguh sikap pada misinya. Selalu tampil dengan kabar warta menghibur dan mendidik. Dengannya so..pasti Denore.id, selalu dicintai. Digandrungi hingga tiba di ujung rindu yang menyiksa jika tidak sejenak menghela napas seraya mengintip kabar  wartanya.

Sebab Denore. id berasas, “ada fakta dibalik data” menyihir awasan. Meluap harap bernyali, “mengungkap fakta secara jujur!”. Dalamnya sumber daya pengasuh Denore.id, tentunya, jadi taruhan. Agar setiap pemberitaan mengacu pada fakta dengan tilikan yang tajam, verfikasi yang cermat, dan analisis menukik dan terpercaya. Bukan sekadar tebar pesona. Sebab fakta itu suci. Bravo Denore. id. (*)

(KLB) Pemimpin Umum Denore.id