Home / Pendidikan dan Sastra

Rabu, 23 Februari 2022 - 16:39 WIB

Yayasan Swadarma Bhakti Utamakan Kecerdasan Anak Didik

Bertemu Ketua Yayasan-Sejumlah guru dan pegawai tiga sekolah di bawah naungan Yayasan  Swadarma Bhakti Ruteng bertemua dan berdialog dengan ketua yayasan. Foto/Dokumentasi SMAK Setia Bhakti Ruteng

Bertemu Ketua Yayasan-Sejumlah guru dan pegawai tiga sekolah di bawah naungan Yayasan Swadarma Bhakti Ruteng bertemua dan berdialog dengan ketua yayasan. Foto/Dokumentasi SMAK Setia Bhakti Ruteng

RUTENG, DENORE.ID– Terhitung sejak tahun 1981 hingga tahun 2022, Yayasan Swadarma Bakti sudah mencapai usia 41 tahun. Suatu rentang waktu yang cukup pajang. Hingga kini yayasan yang memayungi tiga lembaga pendidikan di Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Ibukota Kabupaten Manggarai, Flores, NTT ini terus berkiprah. Membenahi instrumen-instrumen penting demi mencerdaskan anak bangsa.

Menyukuri ulang tahun  ke-41 itu digelar ekaristi  bersama yang melibatkan seluruh komponen yayasan, guru-guru, pegawai dari tiga sekolah serta siswa-siswinya. Misa syukur  dipimpin Rm. Bene Bensi, Pr. berlangsung di Gereja Katedral Ruteng, Rabu (23/2/2022). Perayaan misa dimeriahkan  koor  siswa-siswi SMAK Widya Bhakti. Usai perayaan ekaristi dilanjutkan   resepsi  sederhana mengingat pandemi Covid-19.

Ketua Yayasan Swadarma Bhakti, Maria Nelcy Matara, dalam sambutannya menegaskan mencapai  usia 41 tahun untuk sebuah yayasan pendidikan bukanlah perkara mudah. Sejak berdiri tahun 1981 pengelola terus berbenah dengan berpegang teguh pada prinsip utama mencerdaskan anak bangsa. Konsistensi pengelola terhadap tujuan ini, lanjutnya, memampukan Yayasan Swadarma Bhakti terus berkibar hingga saat ini. Karena itu, harapnya, semua tenaga pendidik dan kependidikan bekerja sepenuh hati. Hanya dengan tanggung jawab penuh misi mencerdaskan anak bangsa bisa  tercapai dengan baik.

Ketua Yayasan Swadarma Bhakti Ruteng, Mama Maria Nelcy Matara. Foto/Dokumentasi SMAK Dharma Bhakti Ruteng

Sejauh ini, lanjutnya, tiga sekolah yang dikelola Yayasan Swadarma Bhakti telah  menghasilkan out put yang sanggup berkompetisi di tengah masyarakat. Mereka bekerja sesuai kapasitas diri dan kemampuan yang dimiliki. Hal ini menjadi kebanggan yayasan, sekaligus tantangan untuk terus  membenahi hal-hal  penting demi mendukung cita-cita luhur mencerdaskan anak bangsa.

“Saya ingatkan kepada semua tenaga pendidik untuk bekerja sepenuh hati. Sebab menjadi guru bukan sekadar menjalankan tugas mengajar di kelas. Tetapi paling penting, guru bisa menjadi teladan bagi anak didiknya,” tegasnya.

Lebih jauh dari itu, demikian Mama Maria, perjalanan waktu 41 tahun sesungguhnya membuktikan betapa besar anugerah Tuhan untuk Yayasan Swadarma Bhakti. Bahwa mengelola yayasan secara konsisten, lanjutnya menjadikan tiga sekolah ini terus berkembang. Harapannya manajemen di tiga sekolah asuhan selalu  dalam semangat yang sama sehingga  tugas dan tanggung jawab berjalan sesuai spirit dasarnya. “Selesaikan apa yang harus dikerjakan hari ini. Jangan menunda pekerjaan, ” pintanya.

Sementara Kepala sekolah SMAK WIDYA BHAKTI Ruteng, Nobertus Harum, selaku panitia, menegaskan HUT Yayasan Swadarma Bhakti merupakan program rutin tahunan. Setiap tahun selalu dirayakan bersama dan penanggung jawab kegiatan bergilir antara tiga lembaga.

Khusus perayaan HUT tahun 2022 ini, jelasnya, menjadi tanggung jawab SMAK Widya Bhakti Ruteng.  Pelaksanaan berjalan sesuai  rencana dan kesepakatan tiga lembaga asuhan yayasan.  Namun rangkaian acara dikemas sangat  sederhana mengingat pandemi Covid-19. “Meski sederhana, nuansanya tetap satu dan sama,” katanya. (*/Humas SMAK Widya Bhakti Ruteng)

Share :

Baca Juga

Pendidikan dan Sastra

Buku Catatan Wela

Kabar daerah

Hari ini PPO Matim Keluarkan Surat Panggilan Pada Kepsek SMPN 14 Borong

Kabar daerah

Dinas PPO Matim Kaji Laporan Dugaan Kepsek SMPN 14 Borong Jarang Masuk Sekolah

Pendidikan dan Sastra

SMPK Waerana Gandeng FTBM Matim Gelar Literasi Sekolah

Pendidikan dan Sastra

Buku Rentenir Politik Segera Diluncurkan

Pendidikan dan Sastra

Bambu Penghubung Bumi dengan Langit (3)

Bahasa dan Sastra

FTBM Matim Luncurkan Buku Rentenir Politik

Bahasa dan Sastra

FATAMORGANA